Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Cerpen Koran kompas

Gambar
BUDAK CINTA Ia hanya kelihatan matanya. Apakah yang bisa dilihat dari sepasang mata yang setiap kali mengerjap melesatkan pesona dunia? Begitulah pesona melesat dari mata yang dipandang untuk menelan mata yang memandang, yang langsung terpukau dan langsung terpana bagai tersambar kilau cahaya surga, yang membuat diri dan segala kehendak hilang lenyap menghablur, menyisakan tubuh tanpa pikiran selain penyerahan dan kerelaan dalam cita-cita untuk diperbudak dalam persembahan jiwa. “Sudah, jangan mematung seperti itu,” kata istrinya, “mari kita pulang.” Namun, dia tidak mengenal lagi kata pulang. Hilang sudah rumah, hilang sudah istri, hilang pula keluarga. Hilang segala celoteh ceria kanak-kanak yang telah mengisi hidupnya seperti empasan ombak mengisi kesunyian semesta. Dia tinggalkan istrinya yang ternganga, yang sempat meraih lengan hanya untuk dia sentakkan, yang hanya bisa memandang lelaki yang selama ini menjadi suaminya, bapak anaknya, lenyap di antara kerumunan d...